Sabtu, 05 September 2015

Kamu Terbuat Dari Apa?

YYY

Kamu terbuat dari apa?

Setiap kali hariku berjalan tak sederhana lalu suasana hatiku memburuk karenanya, dan tanpa bisa kukendalikan aku terus mengomel disepanjang langkah. Kamu hanya diam mendengarkan sambil sesekali tersenyum. Lalu setelah aku lelah sendiri dengan ocehanku, kamu mengajakku beli es krim.

Kamu terbuat dari apa?

Setiap kali aku tak sengaja melakukan hal-hal yang seharusnya bisa membuatmu cukup kecewa, atau bahkan marah besar padaku. Kamu bisa saja untuk seketika pergi, tapi kamu memilih untuk tak mempermasalahkan itu lalu bersikap seolah tak terjadi apapun.


Kamu terbuat dari apa?

Setiap kali aku menyakiti kamu yang bahkan tanpa kurencanakan, seringkali lupa bahwa kamu punya perasaan dalam hatimu atau bahkan otakku tidak berfungsi dengan baik untuk sekedar memikirkan kamu. Kamu tak pernah kehabisan stok maaf untukku dengan harapan yang sama: aku takkan mengulangi kesalahan yang sama.

Kamu terbuat dari apa?

Selalu saja dengan berbagai macam cara kamu tidak pernah kehabisan ide untuk membuat senyumku merekah dan tawaku kembali ada. Membuatku merasa jadi perempuan beruntung memiliki seseorang seperti kamu yang pantang menyerah dalam menghadapiku.

Kamu terbuat dari apa?

Saat banyak yang lebih dariku berlalu lalang; lebih cantik, lebih bisa menghargai kamu, lebih bisa memperhatikan kamu dan lebih bisa ini-itu ketimbang aku tapi kamu tetap memilih bersamaku lengkap dengan paketnya; kurang-lebihku, baik-burukku dan suka-duka saat denganku. Dan kamu tak pernah berhenti untuk  menjagaku dari kehilanganmu.

Kamu terbuat dari apa?

Saat kamu punya banyak sekali alasan-alasan yang masuk akal yang tentu saja mampu membuatmu seketika pergi, tapi kamu tetap ingin melakukan setiap hal bersamaku. Kamu bilang, bahwa denganku saja kamu merasa cukup untuk bisa merasakan apa itu yang namanya baik-baik saja.

Kamu terbuat dari apa?

Hal-hal sederhana yang kulakukan; tersenyum, berusaha melucu, menyuapi kamu atau bahkan menangis sepertinya tak pernah membuatmu cukup untuk merasa bosan. Seperti ketika aku menceritakan hal yang sebenarnya sudah pernah kuceritakan, tapi kamu berpura-pura seolah baru pertama kali mendengarnya.

Kamu terbuat dari apa?

Dan yang paling menganggumkan darimu adalah, bahkan semarah apapun kamu padaku, kamu tidak pernah tega untuk meninggalkan aku sendirian. Seperti ketika aku membuat kesalahan besar dan kamu marah, kamu tetap bersedia menunggu dan mengantarku pulang.

Kamu terbuat dari apa?

Seberapapun hebat kita bertengkar, kamu selalu bersedia mengalah untukku supaya hubungan kita tak renggang dan selalu baik-baik saja. Tentu saja setelahnya, kamu paling jago untuk perihal membuatku jatuh cinta kembali padamu.

Kamu terbuat dari apa?

Kamu selalu saja membuatku merasa menjadi perempuan paling beruntung karena disayangi kamu sesayang ini. Dan meskipun kamu tidak tahu, kamu selalu menyelamatkanku setiap kali  putus asa. Karenamu, aku  selalu punya alasan untuk tetap hidup supaya aku bisa terus-menerus merasakan rasa sayang yang kamu miliki untukku.

Kamu terbuat dari apa? 

Ah, aku tahu. Pasti ketika dulu Tuhan menciptakan kamu, kamu kelebihan takaran pewarna sabar. Tapi karena itu, adonannya jadi pas: kamu jadi penyabar sekaligus penyayang. Sampai kamu setahan ini bersamaku hingga hari ini. Seperti kamu tidak peduli dengan emosi burukku yang selalu berputar-putar ditempat yang sama. Atau kamu tak pernah lelah mengabulkan inginku yang selalu berubah-ubah.

Sungguh, kamu takkan kusia-siakan. :)


0 komentar:

Posting Komentar

 

dindadennis Template by Ipietoon Cute Blog Design